Penyuluhan Kesehatan di Desa Pancurwening Tentang Kenali Stunting Sejak Dini
DOI:
https://doi.org/10.55903/jipm.v1i1.27Keywords:
Balita, Stunting, Ibu HamilAbstract
Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung cukup lama. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi secara kualitas maupun kuantitas. Adapun faktor secara tidak langsung yaitu dari faktor sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, ASI eksklusif, status imunisasi, jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan serta pola asuh yang kurang memadai. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Pencegahan stunting dapat dilakukan antara lain dengan cara: 1.Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. 2.ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. 3.Memantau pertumbuhan balita di posyandu. 4.Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan sosial ekonomi dan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting.
References
Apoina K, Suhartono, Subagio HW, Budiyono, Emman IM. Kejadian stunting dan kematangan usia tulang pada anak usia sekolah dasar di daerah pertanian Kabupaten Brebes. J Kesehat Masy. 2016;11(2):96–103. doi:http://dx.doi.org/10.15294/kemas.v11i1.3462.
Badan perencanaan pembangunan nasional. Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015. Jakarta: Bappenas; 2011
Cherklay W, Epstein LD, Gilman RH, Cebrera L, Black RE. Effects of acute diarrhea on linear growth in Paruvian children. Am J Epidemiol [serial on Internet]. 2003 [cited 2014 Jul 26]; 157 (2). Avaible from: http://aje.oxfordjournals.org/content/157/2/166.full.pdf+html
Crookston BT, Mary EP, Stephen CA, Ty TD, Ray MM,6 Joseph BS, Chritina AP and Kirk AD. Children who recover from early stunting and children who are not stunted demonstrate similar levels of cognition. J Nutr [serial on Internet]. 2009 [cited 2014 Aug 4], 1996-2001. Avaible from: http://jn.nutrition.org./content/140/11/1996.short
Fertman CI, Allensworth DD, eds. Health promosion program: from treory to pracrice, San Fransisco: Jessey Bass A Wiley Imprint;2010
Gibney MJ. Gizi Kesehatan Masyarakat. Andry H, Palupi, W, pertern. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG;2002
Safitri CA, Nindya TS. Hubungan ketahanan pangan dan penyakit diare dengan stunting pada balita 13-48 bulan di Kelurahan Manyar Sabrangan, Surabaya. J Amerta Nutr. 2017;1(2):52– 61. doi:10.20473/amnt.v1i2.2017.52-61
Sari EM, Juffrie M, Nurani N, Sitaresmi MN. Asupan protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak stunting usia 24-59 bulan. J Gizi Klin Indones. 2016;12(4):152–159. https://jurnal.ugm.ac.id/jgki%0AAs
Sulastri D. Faktor determinan kejadian stunting pada anak usia sekolah di Andalas. 2012;36(1):39–50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Saifu Rohman, M. Syafaatul Rohman, Nur Amelia Febriyanti, Nur Afifatun Nisa, Oki Hidayanto, M. Arifin, Wildan Fatoni, Durotin Nafisah, Rofiatul Mukaromah, Lulu Mas’udah, Siti Qoimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











