Penyuluhan Pembelajaran Hukum Bacaan Nun Sukun Dan Tanwin Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Di MDTA Baitul Muslimin

Authors

  • Ika Sartika Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir, Indonesia
  • Nawa Zulfatus Shopiah STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia
  • Najma Silliya STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia
  • Riema Afriani Kusumadewi STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia
  • Lutfi Maulana
  • Fitria Zulfa STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55903/jipm.v3i2.322

Keywords:

Penyuluhan, Tajwid, Membaca Al-Qur’an

Abstract

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

Author Biographies

Nawa Zulfatus Shopiah, STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

Najma Silliya, STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

Riema Afriani Kusumadewi, STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

Lutfi Maulana

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

Fitria Zulfa, STAI Darussalam Kunir, Subang, Jawa Barat, Indonesia

Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki setiap muslim, namun pada praktiknya banyak siswa MDTA masih mengalami kesulitan dalam menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Permasalahan ini muncul karena keterbatasan pemahaman teori tajwid, kurangnya kesempatan latihan, serta metode pengajaran yang masih konvensional sehingga siswa sering melakukan kesalahan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin di MDTA Baitul Muslimin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan partisipatif dan interaktif melalui beberapa tahapan, yaitu pemaparan materi, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara bergiliran, serta tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan, mengklasifikasikan, dan menerapkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan hukum bacaan nun sukun dan tanwin terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa, serta perlu dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan agar pemahaman tajwid dapat dipraktikkan secara konsisten.

References

Abdurroozzaq, N., & Abidin, J. (2022). KONSEP PEMBELAJARAN ILMU TAJWID DALAM KITAB HIDAYATUS SHIBYAN. 9(2).

Batubara, M., Negeri, S., Pandan, M., Kunci, K., Penelitian, :, Kelas, T., Sebaya, T., Belajar, M., Belajar, H., & Tajwid, I. (2023). PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI ILMU TAJWID (NUN MATI DAN MIM MATI) DI KELAS X MIPA 9 SMAN 1 MATAULI PANDAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA. JURNAL EDU TALENTA, 2, 1–9. http://ejournal.mtpublisher.co.id

Hasanah, N., & Habibi, M. N. (2024). SYSTEMATIC REVIEW: METODE PEMBELAJARAN DALAM MATERI ILMU TAJWID AL-QUR’AN HADITS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DI INDONESIA. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 21, 1–12.

Nadawiyyah, H., & Anggraeni, D. (2021). Pengembangan media pembelajaran tajwid berbasis aplikasi Android. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.21831/jitp.v8i1.32661.

Pugu, M. R., Riyanto, S., & Haryadi, R. N. (2024). Metodologi Penelitian; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Yesi Fadlilah, & Zainal Abidin. (2020). Implementasi Media Tajwid Putar dalam Pembelajaran Ilmu Tajwid. TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3, 1–11.

Downloads

Published

11/19/2025

How to Cite

Sartika, I., Shopiah, N. Z. ., Silliya, N. ., Kusumadewi, R. A. ., Maulana, L. ., & Zulfa, F. . (2025). Penyuluhan Pembelajaran Hukum Bacaan Nun Sukun Dan Tanwin Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Anak Di MDTA Baitul Muslimin. JIPM: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 3(2), 95–104. https://doi.org/10.55903/jipm.v3i2.322