Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Apoteker Di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah

Authors

  • Tika Oktaria Tarigan Universitas Mitra Bangsa, Jakarta, Indonesia
  • Bambang Nurakhim Universitas Mitra Bangsa, Jakarta, Indonesia
  • Widya Nengsih Universitas Mitra Bangsa, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55903/juria.v4i2.284

Keywords:

Apoteker, Farmasi, Motivasi, Kinerja, Pelatihan

Abstract

Pelayanan yang baik akan menjadi tolak ukur kualitas dan kinerja seorang apoteker dalam melaksanakan pelayan kefarmasian dalam pekerjaan kefarmasian. Kurangnya kinerja apoteker berdasarkan fakta menunjukkan bahwa tidak semua apoteker menjalankan pelayanan kefarmasian sesuai standar yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi baik secara parsial dan simultan terhadap kinerja Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah; Metode penelitian ini menggunakan asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah Seluruh Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 154 orang. Metode analisis data menggunakan uji Reliabilitas dan Validitas dan Analisis Regresi linear berganda serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja apoteker sebesar 0,425 atau 42,5% dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja semakin tinggi kinerja apoteker. Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap terhadap kinerja apoteker sebesar 0,434 atau 43,4% dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelatihan semakin tinggi kinerja apoteker. Motivasi kerja dan pelatihan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja apoteker sebesar 0,671 atau 67,1% dengan signifikansi F sebesar 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan pelatihan maka semakin tinggi kinerja apoteker.

References

Apsari, C., & Syarif, R. (2022). Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan sekretariat komite farmasi nasional kementerian kesehatan ri. Ikraith-Ekonomika, 5(2), 8–15.

K Kusyana, S Muzfirah, R. H. (2024). Efektivitas dan Kendala Penggunaan Media Digital Dalam Pengajaran Bahasa. Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5, 92–102. https://doi.org/10.23969/wistara.v5i1.13954

Kumala, D., Sunarsi, D., Haryadi, R. N., & Sukardi, D. (2023). The Influence of Work Discipline on Employee Performance in Manufacturing. Pasundan Social Science Development, 4(1), 72–77. https://doi.org/10.56457/pascidev.v4i1.82

Novitasari, E. (2020). Dasar-dasar ilmu manajemen: Pengantar menguasai ilmu manajemen. Anak Hebat Indonesia.

Pahira, S. H., & Rinaldy, R. (2023). Pentingnya manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam meningkatkan kinerja organisasi. COMSERVA: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(02), 810–817.

Pugu, M. R., Riyanto, S., & Haryadi, R. N. (2024). Metodologi Penelitian; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Putra, B. P., & Haryadi, R. N. (2022). Pengaruh Komunikasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Mackessen Indonesia. Jurnal Ekonomi Utama, 1(3), 154–159.

Syarief, F., Kurniawan, A., Widodo, Z. D., Nugroho, H., Rimayanti, R., Siregar, E., Isabella, A. A., Fitriani, F., Kairupan, D. J. I., Siregar, Z. H., & others. (2022). Manajemen sumber daya manusia. Penerbit Widina.

Trifena, G. T. T. (2023). Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Serta Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(3), 935–945.

Downloads

Published

2025-07-15

How to Cite

Tarigan, T. O., Nurakhim, B. ., & Nengsih, W. . (2025). Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Apoteker Di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Utama, 4(2), 235–242. https://doi.org/10.55903/juria.v4i2.284